
Pernah bingung harus pakai Canva yang mana untuk kebutuhan belajar dan mengajar Canva Pendidikan atau Canva biasa? Di satu sisi, Canva versi standar sudah cukup untuk desain media sosial, poster, dan presentasi. Tapi disisi lain, banyak guru, dosen, bahkan mahasiswa yang merasa butuh ruang kolaborasi yang lebih rapi dan aman. Di sinilah pertanyaan mulai muncul: apa sebenarnya perbedaan keduanya, dan kapan sebaiknya memilih Canva Pendidikan dibanding Canva biasa?
Pertama Kali Mencoba Canva Pendidikan
Pertama kali mengenal Canva Pendidikan, rasanya beda sekali dibanding ketika hanya memakai Canva biasa. Awalnya, bayangannya sederhana “Paling cuma Canva yang dikasih label pendidikan.” Ternyata tidak sesederhana itu.
Dengan Canva biasa, aktivitasnya lebih individual. Bikin desain poster, feed Instagram, atau presentasi, lalu kirim file ke teman lewat chat atau email. Praktis, tapi agak berantakan kalau sudah menyangkut tugas kelompok atau materi kelas.
Begitu mulai pakai Canva Pendidikan, pola kerjanya berubah. Guru bisa membuat “kelas” di dalam Canva, mengundang siswa, lalu semua materi dari slide presentasi, infografis, sampai worksheet tersusun rapi di satu tempat. Siswa bisa mengerjakan tugas langsung di dalam desain yang sama, tanpa perlu bolak-balik kirim file. Kolaborasi terasa lebih natural, seperti kerja bareng di papan tulis digital, tapi versi cantiknya.
Di titik itu, baru terasa jelas bahwa Canva Pendidikan bukan sekadar akun Canva biasa yang digratiskan, melainkan didesain khusus untuk kebutuhan belajar-mengajar.
Perbedaan Utama Canva Pendidikan vs Canva Biasa
Kalau dirangkum, ada beberapa perbedaan yang cukup terasa antara Canva biasa dan Canva Pendidikan:
- Fitur premium yang dibuka gratis untuk pendidik dan siswa
Banyak elemen yang di Canva biasa terkunci (butuh Canva Pro), di Canva Pendidikan bisa diakses gratis untuk akun yang terverifikasi. Mulai dari template premium, font, hingga stok foto dan video berkualitas tinggi. Untuk guru yang sering membuat materi visual, ini sangat menghemat waktu dan biaya.
- Ruang kelas dan kolaborasi yang terstruktur
Di Canva biasa memang bisa kolaborasi, tapi sifatnya umum. Di Canva Pendidikan, guru bisa membuat kelas, menambahkan siswa, mengelompokkan tugas, dan memantau pekerjaan dalam satu ruang. Ini membuat alur kerja pembelajaran lebih jelas, terutama untuk tugas proyek dan presentasi kelompok.
- Keamanan dan pengaturan khusus untuk pelajar
Canva Pendidikan memberikan pengaturan yang lebih ketat untuk keamanan siswa. Guru punya kontrol lebih besar terhadap siapa yang bisa mengakses desain, apa yang boleh dibagikan, dan bagaimana siswa berkolaborasi. Untuk lingkungan sekolah, ini penting.
- Fokus konten edukasi
Template di Canva biasa banyak yang fokus ke bisnis, marketing, dan media sosial. Canva Pendidikan menambahkan banyak sekali template untuk kebutuhan belajar: lembar kerja, rubrik penilaian, modul, mind map, jadwal belajar, hingga template materi literasi dan numerasi.
- Lisensi dan akses resmi untuk institusi pendidikan
Canva biasa sifatnya personal. Sedangkan Canva Pendidikan memang ditujukan untuk sekolah, kampus, dan lembaga pendidikan, sehingga pemanfaatannya lebih aman dari sisi lisensi konten dan tata kelola.
Perbedaan Canva Pendidikan dengan Canva biasa terasa jelas ketika tujuannya adalah belajar dan mengajar. Canva biasa cukup untuk kebutuhan desain harian, tapi Canva Pendidikan menawarkan ruang kelas digital, kolaborasi yang lebih terarah, akses fitur premium, dan keamanan yang lebih terjaga untuk siswa.
Kalau aktivitas sehari-hari banyak berkaitan dengan pendidikan, entah sebagai guru, dosen, siswa, atau fasilitator belajar, beralih ke Canva Pendidikan bisa jadi langkah kecil yang dampaknya besar: materi lebih menarik, proses kerja lebih rapi, dan kolaborasi jadi jauh lebih mudah.
